SMK Keling Kumang: Dari Sekadau Membangun Bangsa

SMKK Keling Kumang, Sekadau,

 

Penampilan Marching Band SMKK Keling Kumang: Dari Sekadau membangun bangsa.


Sore itu, Pastor Pembina Asrama St. Gabriel Sekadau yang tegap dan berkaca mata tebal berdiri bercekak pinggang. Sikap tubuh yang demikian diperlihatkannya sembaril memandang para penghuni asrama yang bandel.

Baca Tenda Biru Tawarkan Makanan Ter- Mak Nyuzz Di Sekadau

Saat itu seharusnya anak-anak asrama ini ikut kegiatan pembinaan rohani di Gereja yang letaknya hanya sekitar 100 m dari asrama. Namun yang tampak di sana kurang dari separuhnya. Dari raut wajah Italia-nya ia nampak geram dan marah, tetapi kata- kata kasar tidak keluar dari mulutnya. Saat inspeksi mendadak atau sidak itu, ia menemukan ada anak asrama yang lagi mandi, kongkow- kongkow, masak privat dengan kaleng bekas di belakang dapur asrama, bersembunyi di toilet, bahkan ada yang kabur ke luar, cus…lari. 

Konon dari fenomena seperti itu, muncul diskusi di antara para Pastor yang bertanggung jawab membina asrama. Mereka pun bertanya-tanya hal yang demikian ini: 

“Mampukah kita mendidik mereka untuk menjadi insan- insan yang peduli dan kelak dapat meneruskan karya kerasulan yang telah kita rintis saat ini?”. “Akan menjadi seperti apakah mereka ini pada 30 – 50 tahun ke depan?"

Baca Asrama Putri Kumang Sekadau: Membangun Insan Berkarakter

Kekawatiran dan pergumulan para Pembina asrama di sekadau pada tahun 1970 - 1980-an yang notabene adalah Para Misionaris Pasionis ini, sungguh menyetuh. Bahkan sempat menjadi topik refleksi dan diskusi para aktivis Credit Union Keling Kumang saat menggagas berdirinya SMK Keling Kumang pada tahun 2014. 

Sebagian dari aktivis ini adalah mantan hasil didikan para Pastor dan Suster Pasionis Sekadau, saat mereka menuntut ilmu di sekolah-sekolah yang didirikan para misionaris Pasionis melalui Yayasan Karya Sekadau. Mereka mengalami pahit getirnya tinggal di asrama, terutama pergulatan untuk mampu melunasi uang sekolah dan uang asrama yang sering terpaksa nunggak; mereka harus pulang pergi ke kampung untuk ambil ongkos dengan jalan kaki, itupun kalau ada, kalau tidak maka mereka harus cari ongkos dulu dengan menyadap karet beberapa hari. Tetapi pergulatan hidup dan nilai- nilai hidup yang ditanamkan oleh para pendidik dan Pembina asrama itu, sekaligus mampu membentuk kepriadian yang mandiri, tanggap dan visioner.

Penampakan kompleks persekolahan SMK Keling Kumang: luas, bersih, tenang, aman, dan nyaman.
SMK Keling Kumang didirikan berawal dari keprihatinan bahwa masyarakat Sekadau memerlukan Sekolah Kejuruan atau SMK jurusan Pertanian dan Perkebunan, karena sebagian besar masyarakat Kabupaten Sekadau saat ini hidup dari sektor Pertanian dan Perkebunan. 

Baca Sekadau Kabupaten Di Timur Kalimantan Barat Yang Kaya Sejarah Tradisi Dan Sumberdaya Alam

Namun SMK SPP Karya Sekadau yang didirikan pada tanggal 15 Maret 1989 atau sudah menginjak usia 25 tahun mengalami krisis peminat, jumlah siswa dari kelas 10 sd. 12 tidak sampai 50 orang, padahal jurusan yang dibuka adalah jurusan Pertanian / ATPH. Sebaliknya tetangganya SMK Amaliah banjir murid dan banyak anak-anak kita berbondong- bonding bersekolah di situ. Apanya yang salah sehingga SMK SPP Karya malah hamper kolaps?

Siswa/i SMK Keling Kumang Sekadau tidak hanya belajar di kelas, tetapi terus diperdalam dan diperkaya dengan berbagai kegiatan praktik. Dengan demikian tamatan SMK Keling Kumang siap memasuki dunia kerja/ dunia usaha (baik sebagai pegawai maupun sebagai pemilik usaha/ pencipta lapangan kerja), tetapi juga siap melanjutkan ke Perguruan Tinggi
Sejumlah aktivis CU Keling Kumang yang diberi tanggungjawab untuk merealisasikan pendirian SMK Keling Kumang, melakukan audiensi dengan P.Kristianus CP yang adalah Kepala Paroki St.Petrus dan Paulus Sekadau, tetapi sekaligus Kepala Badan Karya Keuskupan Sanggau Perwakilan Sekadau pada tanggal 9 Oktober 2014, untuk mencari informasi mengapa SMK SPP Karya Sekalau terus mengalami kemunduran peminat dan minta pendapat serta rekomendasinya terhadap keinginan Yayasan Pendidikan Keling Kumang mendirikan SMK baru di Sekadau. Respons beliau, menyambut baik partisipasi awam, dalam hal ini Yayasan Pendidikan Keling Kumang (YPKK) untuk mendirikan SMK, bermitra dengan Yayasan Karya bergerak di bidang Pendidikan. 

Bahkan bukan cuma itu, beliau menyarankan YPKK tidak perlu mendirikan sekolah baru, tetapi menawarkan untuk “Alih Kelola” SMK SPP Karya Sekadau dengan syarat, boleh pakai gedungnya dengan sistim sewa, sedangkan guru dan pegawai yang ada juga harus ikut pindah dan menjadi tanggungjawab YPKK sebagai pengelola baru. Hasilnya, melalui SK.Kadispend Kab.Sekadau No.042/ tahun 2015, tanggal 16 Maret 2015 SMK SPP Karya Sekadau secara resmi berubah menjadi SMK Keling Kumang Sekadau.

Kiprah SMK Keling Kumang sekarang
SMK Keling Kumang mulai menerima siswa baru pada tahun pelajaran 2015/2016 dengan Kepala Sekolah Martinus Taba,S.Pd yang pernah berpengalaman menjadi guru belasan tahun di SMP/SMA St.Fransiskus Asisi Pontinak. SMK KK ini beroperasi dengan 4 Program Keahlian (jurusan), satu (1) meneruskan yang lama (Pertanian/ATPH) dan tiga (3) jurusan baru, yatu jurusan Akuntansi (AK), Administasi Perkantoran (AP) dan Rekayasa Perangkat Lunak (Komputer). Hal yang menggembirakan adalah ternyata sekolah ini disambut hangat masyarakat , terbukti ada 382 siswa/I baru pada Angkatan pertama dari 280 orang yang ditargetkan yang terdiri dari 186 laki-laki dan 196 perempuan. 

Hal yang paling menggembirakan ternyata peminat jurusan Pertanian hamper 50 orang atau sama dengan seluruh siswa SPP Karya sebelumnya. Itupun sempat dibatasi karena keterbatasan ruang dan guru. Para siswa/I SMK Keling Kumang ini, tidak hanya berasal dari Kabupaten Sekadau, tetapi juga dari Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu serta Kabupaten Sanggau, sesuai wilayah kerja CU Keling Kumang.

Pada tahun ke-2 terjadi penurunan yang mendaftar dibandingkan tahun pertama, tetapi secara keseluruhan siswa SMK Keling Kumang meningkat menjadi 558 orang. Akibat kekurangan ruangan belajar, terpaksa diberlakukan pembelajaran padi dan sore dan hal ini mendorong Yayasan untuk membangun Gedung Sekolah baru di lokasi baru. 

Oleh sebab itu, sejak 2016 mulai dibangun Gedung A dengan 11 ruang belajar, tahun 2017 dibangun Gedung B dengan 2 lantai terdiri dari 12 ruang belajar dan tahun 2018 dibangun Gedung C mirip bangunan B 2 lantai dan 12 ruang kelas. Total jumlah ruang kelas ada 35 ruang, dimana pada tahun ke-4 atau tahun pelajaran 2018/2019 total siswa SMK Keling Kumang mencapai angka 1000an, atau tepatnya 1.047 orang. Tahun berikutnya meningkat lagi menjadi 1.248 orang dan puncaknya pada tahun ke-6 atau Tapel. 2020/2021 siswa SMK Keling Kumang berjumlah 1.279 orang, membuat SMK Keling Kumang menjadi sekolah tingkat SLTA tertinggi di Kabupaten Sekadau ditinjau dari jumlah siswa. 

Hal ini juga tidak lepas dari dibukanya 3 jurusan baru, yaitu : Agribisnis Tanaman Perkebunan/ ATP, Multimedia (Komputer) dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor /TBSM. Jadi total SMK Keling Kumang memiliki 7 jurusan pada tahun 2018. Namun demikian, saat pandemic covid 19, terjadi penurunan jumlah siswa sehingga kurang dari 1000 orang, hal yang sama terjadi di sekolah- sekolah setingkat di Kabupaten Sekadau.

Untuk mendukung keberadaan SMK ini pada tahun 2017 diresmikan penempatan Asrama Putri Kumang, yang mampu menampung mnimal 150an penghuni dengan bangunan 2 lantai, bila di- isi maksimal setelah dibangunnya 2 Aula Asrama, maka asrama ini mampu menampung sekitar 200an penghuni. 

Para lulusan SMK lebur bersama Kepala Sekolah (Petrus Rendon (batik warna merah, ke-3 dari kanan); Direktur Yayasan Pendidikan Keling Kumang (YPKK) Adilbertus Aco; wakil ketua YPKK, Matius Jon serta para wakil kepala sekolah dan kajur SMKK.

Di kompleks SMK ini juga dibangun Kantor Yayasan Pendidikan Keling Kumang 3 lantai, dimana lantai 1 untuk ruang guru SMK, lantai 2 untuk Kantor Yayasan dan “meeting room” dan lantai 3 untuk ruang rapat pengurus Yayasan serta ruang penginapan untuk orangtua/ wali murid SMK Keling yang berasal dari jauh, khususnya untuk orangtua/walimurid para siswi yang tinggal di Asrama Putri Kumang. Pada tahun 2019 SMK Keling mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dana APBN skema Dana Alokasi Khusus (DAK) beruapa pembangunan Ruang Praktek Multimedia dan Laboratorium Pertanian.

Momentum Lustrum I :Mengingat Para Misionaris Perintis Pendidikan
Menjelang peringatan 5 tahun berdirinya SMK Keling Kumang yang puncaknya dirayakan pada 16 Maret 2020, maka diadakan serangkai kegiatan. Pada tanggal 6 April 2019 dengan dihadiri oleh Prof,Dr.Thomas Suyatno (Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia/ ABP PTSI) dan rombongan, diluncurkan pemberian nama Gedung- Gedung yang ada di lingkungan Sekolah ini : Gedung A diberi nama P.Vinsensius Carletti, CP atau bila disingkat Gedung Vinsensius; Gedung B adalah Mgr.Lukas D.Spinosi, CP atau Gedung Lukas dan Gedung C diberi nama Gedung Sr.Maria Gemma Strapasson,CP atau Gedung Gemma; selanjutnya Gedung Praktek/ Laboratorium dinamai Gedung Br. Carlo Ferrari,CP atau Gedung Carlo. Tiga (3) nama pertama adalah Para Pastor dan Suster yang pernah menjadi Kepala Sekolah SPG St.Paulus Sekadau dan atau Kepala SMP St.Gabriel Sekadau. Mgr.Lukas D.Spinosi CP adalah Prefek Prefektur Apostolik Sekadau yang k-2, setelah Prefek pertama, Mgr. Michaele De Simone, CP. Sedangkan Br.Carlo Ferarri, CP adalah Kepala Bengkel yang mensuplai meubeler untuk bangunan Gereja dan bangunan sekolah serta bangunan misi lainnya pada zaman nya. Sayangnya, peringatan HUT ke-5 atau Lustrum I pada 16 Maret 2020 batal dilaksanakan secara meriah, karena dunia dihadang Pandemi Covid 19.

SMK Keling Kumang menjelang Lustrum II : 2025
Pada penghujung tahun 2020, SMK Keling Kumang berhasil meraih Akreditasi B, dari sebelumnya tidak terakreditasi sehingga ketika ujian harus menginduk ke sekolah lain. Sejak 2021 sudah diberi wewenang secara penuh menyelenggarakan Ujian Akhir sendiri. 

Hal ini tidak terlepas dari perjuangan para guru dan staf serta pihak-pihak terkait dibawah kepemimpinan Petrus Rendon,S.Pd, Kepala Sekolah yang mulai menjabat per 01 Juli 2019, menggantikan Martinus Taba,S.Pd yang telah berhasil meletakkan fondasi yang kuat untuk keberhasilan SMK Keling Kumang dalam mencapai visi, misi dan tujuan sekolah yang telah dirumuskan. Saat ini, sekolah ini didukung oleh 49 personil, terdiri dari 41 tenaga pendidik (guru), dan 8 staf (tenaga kependidikan), yaitu : 3 tenaga administrasi, 2 tenaga sopir, 2 tenaga staf rumah tangga dan 1 tenaga sekuriti. 

Baca Si Kuning Merah, Bus Kampus ITKK

Dari jumlah tenaga Pendidik dan Kependidikan ini, ada 4 orang berpendidikan S2, 37 orang S1, 4 orang D3 dan sisanya berpendidikan SMA/SMK. Dari 41 guru yang ada 37 orang sudah memiliki NUPTK dan 5 orang sudah/ sedang proses sertifikasi guru. Menurut Petrus Rendon,S.Pd  yang per 01 Juli 2023 kembali dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Kepala Sekolah ini untuk periode ke-2, ia bertekad akan berusaha maksimal bersama seluruh guru dan staf yang ada, agar di periode kedua ini ia dapat membawa SMK Keling Kumang “terbang lebih tinggi lagi”. 

Kepala SMK Keling Kumang, Petrus Rendon pada acara pelepasan siswa.

Dalam waktu dekat akan berjuang agar dalam Akreditasi mendatang meningkat menjadi terakreditasi A. Tahun 2023 ini SMK Keling Kumang telah memiliki Marching Band, untuk mendukung fasilitas yang telah ada seperti Alat musik tradisional, Studio Foto/Recording/ lab.Desain, Kantin dan Koperasi sekolah. Program paling baru adalah membangun Pusat Keunggulan (PK) di lahan sekitar 10 ha, untuk jurusan Pertanian dan Perkebunan berupa Demplot Ayam petelor, Budidaya ikan air tawar serta budidaya jagung hibrida dan tanaman lainnya. 

Dengan hadirnya fasilitas ini, siswa/I SMK Keling Kumang Sekadau tidak hanya belajar di kelas, tetapi terus diperdalam dan diperkaya dengan berbagai kegiatan praktik. 

Baca Reuni SPG St. Paulus Sekadau 7-8 Juli 2023: Panitia Terbitkan Buku Kenangan "Bila Bertemu Puaslah Hatiku"

Dengan demikian, tamatan SMK Keling Kumang siap memasuki dunia kerja/ dunia usaha (baik sebagai pegawai maupun sebagai pemilik usaha/ pencipta lapangan kerja), tetapi juga siap melanjutkan ke Perguruan Tinggi. 

Berdasarkan data 3 tahun terakhir, tamatan SMK Keling Kumang sebanyak 83% masuk dunia kerja, hanya 17% melanjutkan ke Perguruan Tinggi; Menurut Direktur Yayasan Pendidikan Keling Kumang, Adilbertus Aco, “harapan kami persentase Lulusan SMK Keling Kumang yang melanjutkan studi ke Pendidikan Tinggi harus makin naik, minimal 35%. Hal ini juga karena Yayasan sudah mendirikan Institut Teknologi Keling Kumang, yang mana program studi yang dibuka merupakan lanjutan dari jurusan yang ada di SMK ini serta menjawab kebutuhan masyarakat Kalbar, yang mayoritas hidup dari sector pertanian dan perkebunan. 

Baca Institut Teknologi Keling Kumang Menjawab Masalah Pendidikan Tinggi Di Perbatasan

Di samping itu, kuliah di ITKK tidak perlu jauh-jauh, biayapun terjangkau. Silakan, tamatan SMP, ayo daftar di SMK Keling Kumang dan lulusan SMA/SMK bergegas daftar dan kuliah di ITKK. Selamat merajut masa depan yang lebih baik. (R. Musa Narang)

LihatTutupKomentar
Cancel