Menanam Kembali Kayu Adau di Sekadau

adau, Sekadau, batang, menanam, kayu Adau, sungai Sekadau, Mulok, muatan lokal, sape, Kenyah, Jatung Adau



Penampakan batang adau. Ini sungguhan batang, bagian kayu lurus di atas permukaan tanah. Dok.Rangkaya Bada.

Adau. Pernahkah Anda menginderai jenis pohon ini? Salah satu kayu terbaik yang tumbuh habitatnya di kepulauan Borneo. 

Kayu adau sangat baik untuk bahan bangunan. Utamanya membuat rumah, jembatan, dan membuat badan alat musik tradisional, Sape. Bahkan, di Kalimantan Timur, orang Dayak Kenyah menjadikan kayu adau khusus untuk membuat badan alat musik, yang diberi nama: Jatung Adau. 


Batang itu sungai
Pada zaman dahulu kala, sebelum mengenal bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, "batang" tidak dimaksudkan menyebut batang kayu. Yakni bagian dari pohon lurus di atas tanah itu. 

Mari sejenak masuk ke alam pikiran atau khasanah zaman tempo dulu. Sekitar abad 15 atau 16. Tatkala pada era itu, Sungai Kapuas disebut: Batang Lawae atau Betang Lawe. (Baca Hikayat Banjar). 

Sekadau syahdan asal usulnya dari berasal dari "batang adau". Yakni sungai adau, bukan batang kayu adau. Hal itu karena di sekitar sungai itu tumbuh banyak kayu adau. Sedemikian rupa, sehingga disebut Sungai Adau, yang bermuara di Sungai Kapuas, yang kemudian dikenal sebagai Sungai Sekadau. 

Kini Sungai Sekadau lokusnya persis di hilir jembatan penanjung, jalan arah ke Sintang. 

Titik muara Batang Adau (Sungai Sekadau). Google map.


Pada ketika ini sudah tidak ditemukan lagi adanya kayu adau yang dahulu kala dikisahkan "bedakah", banyak tumbuh di sekitar muara Sungai Sekadau ini. 

Kayu adau
Ke mana kayu adau? Bisa jadi, ditebang habis oleh orang yang memerlukannya untuk bahan bangunan. Namun, lupa untuk ditanami kembali. Sedemikian rupa, sehingga masih bisa ditunjukkan fisik jenis kayunya ke anak cucu.

Inilah penampakan morfologi daun kayu adau. Kiranya guru Geografi, atau Biologi, dapat memperkenalkan kayu adau ke siswa-siswi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Masuk ke dalam konten pelajaran Muatan Lokal (Mulok). 

Morfologi daun kayu adau.

Ini serius! Saat ini saja, mengajarkan khasanah kekayaan kayu tropis di Borneo, yang sudah langka, bagai mengajarkan dinosaurus kepada anak-anak muda dan siswa sekolah dasar dan menengah. 

Program menanam kembali kayu adau di Sekadau
Senyampang masih ada waktu. Baik kiranya ada program menanam kembali kayu adau di Sekadau. 

Bisa saja nama program itu "Menanam kembali seribu pohon adau". 

Bagaimana dengan bibitnya? Bisa ke Kalimantan Utara. Di provinsi termuda Indonesia ini, masih banyak tumbuh pohon-pohon adau. Satu dua bibitnya masih bisa didapat. 

Namun, untuk membudidayakannya, tentu memerlukan tenaga ekstra, usaha, dan biaya. Mengapa? Sebab selain jauh, tidak mudah untuk membudidayakan kayu adau. Tapi bila ada kemauan, di situ ada jalan. (Tabut Perjanjian)


LihatTutupKomentar
Cancel