Valentinus, CEO CU Keling Kumang yang Ugahari

CEO, Valentinus, CU Keling Kumang, Dayang Sabalu, Gerakan CU Keling Kumang

Valentinus Narung: Jika tak ada CU, jangan harap orang Dayak CEO.







SEKADAU NEWs : Orang Dayak chief executive officer (CEO). Masih dapat dihitung dengan jari tangan sebelah. Ke dalam bilangan pucuk pimpinan tertinggi di sebuah perusahaan dan atau lembaga yang bertanggung jawab atas seluruh putusan dan kebijakan manajerial, nama Valentinus dibukukan. 

Valen meniti karier di bidang ekonomi kerakyatan mulai dari bawah sekali. Ia menjadi staf lapangan CUKK di TP Bedayan, TPK Semuntai pada 2006.

Lelaki Iban dengan cambang dan jenggot lebat  yang mengingatkan kita akan tokoh legendaris Bujang Sabalu itu meniti karier di bidang ekonomi kerakyatan mulai dari bawah sekali. Ia menjadi staf lapangan CUKK di TP Bedayan, TPK Semuntai pada 2006.

Baca 30 Tahun Credit Union Keling Kumang: Ide Yang Berkembang Di Sebuah Gang

Valentinus, atau populer sebagai Valentinus Narung, dilahirkan di Sepauk sebuah desa wilayah kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada 1 Februari 1986. Sebagai warga suku Dayak Desa, salah satu rumpun Ibanik, ia dididik dalam tradisi adat budaya yang cukup kental. Kerja keras, kekerabatan, kekeluargaan, tepa selira, serta belarasa adalah nilai yang ditanamkan kepadanya sejak kecil. Itu pula yang menjadi spiritnya di dalam bekerja dan kemudian menjadi Chief Executive Officer (CEO) Credit Union (CU) Keling Kumang.

Tekun, dan berkanjang dalam tugas, Valen perlahan menapaki anak tangga makin ke atas. 

Ia menjadi Kepala TPK (Tempat Pelayanan Khusus) Belitang 2008 (Februari-Oktober), kemudian Manager Cabang Lanjak Deras (Oktober 2008-Februari 2009) dengan 5 kantor TP dan TPK, Manager Cabang Belitang (Maret 2009-Februari 2010) dengan 2 kantor TP dan TPK, Manager Cabang Sekadau Bersatu (Maret 2010-Februari 2012) dengan 5 kantor TP dan TPK, dan Manager Cabang Sintang (Maret 2012-Februari 2014) sekaligus menjabat Manager Cabang Pintas Keladan dengan 9 kantor TP dan TPK. 

Oleh sebab konduitenya bagus, ia diangkat menjadi Manager Area II (Maret 2014-Februari 2015) dengan 33 kantor TP dan TPK lalu Manager Area IV (Maret 2015-Oktober 2015) dengan 9 kantor TP.

Sudah tentu, jalan tidak lempang menuju kursi tertinggi koperasi salah satu kredit besar negeri ini. Calon bukan hanya satu, ada banyak. Dan selama setahun, 12 calon CEO digembleng secara keras dan ketat seperti militer. 

Di dalam paket pelatihan itu, ada Team Building yang langsung mentornya dari tentara yakni Batalyon 642 Kapuas. Juga bimbingan rohani dari pemuka agama. Namun, Valentinus berhasil melalui tahap demi tahap seleksi ketat itu. Puncaknya, pada  April 2016-sekarang (dua periode) Valentinus dibaiat menjadi Chief Executive Officer Koperasi Kredit (CU) Keling Kumang.

Jika saja tak ada Credit Union (CU), selamanya orang Dayak tak pernah bisa jadi CEO. Semacam ada kesepakatan di antara CU, jika simpanan anggota di atas 1 T, disebut CEO, tapi di bahwah bilangan itu, disebut general manager (GM). Ini membuktikan, tidak ada yang bisa mengubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak berusaha untuk mengubah nasibnya sendiri.

CUKK berdiri pada tanggal 25 Maret 1993 beroperasi fokus di bekas Kerajaan Buah Main tempo doeloe yakni wilayah Kabupaten Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu beruntung punya kesamaan budaya dan bahasa. 

Di bawah asuhan pengawas dan manajemen, CU yang mengambil nama legenda sepasang dewa dewi Iban itu kini terus tumbuh dan berkembang. Mula-mula hanya 115 kepala keluarga Tapang Sambas dan sekitarnya, kini menjadi 171.000 anggota, dengan kantor pelayanan 63, dan aset sebesar 1, 3,82 T.

Putra pasangan Mikael Bujang (alm.) dan ibu Lusia Anui ini hobi membaca, selain menyanyi. Sudah ada albumnya bersama aktivis CUKK, yang dirilis bertepatan dengan puncak peringatan seperempad abad CUKK di kantor sentra, Sintang, 25 Maret 2018. Toh vokal suara alumnus Universitas Tanjung Pura Pontianak jurusan Magister Manajemen Program Studi Keuangan mulai September 2012 - April 2014 ini terbilang “lumayan”.

Olah vokalnya sering menghibur, bahkan menyihir anggota dalam berbagai kesempatan dan pertemuan. CEO yang berbelarasa dan ugahari itu, kerap dibaiat untuk menyanyikan lagu-lagu Iban. Lagu ciptaan yang kerap dilantunkan artis Iban, Ricky El sering ia bawakan. Tapi agaknya “Dayang Sebalu” sangat pas pada pita suaranya.

Suami dari Lusia Ira Handayani yang dikaruniai dua putri ini, seorang yang dinilai bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja dengan cerdas. Ia CEO dengan multitalenta. 

Selain pandai menghibur lewat rentak irama khas Dayak. Ruang kantor yang tertata apik, dihiasi pernak pernik Dayak lantai II kantor Pusat CUKK Jalan Oevaang Oeray Sintang itu, terbuka menerima para tamu, siapa saja.

Pada Iban Summit II yang digelar di Balai Ladja, Tapang Sambas pada 25 Maret 2023, Valen adalah moderator bagi narasumber Dr. Wilson Anak Ayub yang membentangkan topik menarik “Etos Kerja Orang Iban”.

Di mana letak menariknya? Valen, yang memiliki kecerdasan olah-kata (wordsmarts) berhasil menggiring narasumber dan floor masuk ke inti pokok bahasan. 

Dalam sesi itu, dengan gambalang terdeteksi dari praktik-baik (best practice) dan sejarah orang Iban bagaimana sejak di kandung ibu, orang Iban sudah dilatih “bekerja”. Maka jika kini etos kerja orang Iban luar biasa, merupakan spirit dan gen dari nenek moyang.

Tercatat tidak banyak aktivis Gerakan CU Keling Kumang yang mendapat kesempatan menjadi moderator forum terhormat dan berkelas internasional itu. Bilangannya bisa dihitung dengan jari sebelah. Valentinus seorang dari yang langka itu.

Valen juga dikenal multilalenta. Selain mahir retorika, ia terampil menyanyi. Dengan pita suaranya yang khas, ia siap ambil peran sebagai entertainer manakala suasana dan floor membutuhkannya.

Adapun lagu yang nyaris menjadi identik dengan personal branding-nya adalah “Dayang Sabalu”. Biasanya, dibawakan duet dengan dara Iban. Sahut sahutan. Sedemikian rupa, sehingga membuat suasana gembira. Sesiapa saja yang mendengar rentak irama lagu itu, secara otomatis akan kepai kepai ke jari, singkang singkang ke kaki. Berjoget dan menari. Lepas bebas. Suasana riang gembira.

Hal yang patut juga dicatat dari Valen, ia melek literasi. Paham betul pria berjambang ini mengenai kekuatan sebuah media. Di antaranya yang cukup membuat kagum dan sukacita moderator, narasumber, dan tamu adalah cindera mata yang disiapkan. 

Selain maket rumah panjang kantor pusat CU Keling Kumang, disediakan beberapa buku. Antara lain 30 Tahun CU Keling Kumang dan novel sejarah, Keling Kumang.

Gaya Valen menjadi moderator bagi  Wilson anak Ayub dengan topik "Etos Kerja suku bangsa Iban". Seru. Ngasuh ka' ketawa.

Itulah cinderamata yang elegan. Sebagaimana dikemukakan Prof. AB Susanto, pakar manajemen stratejik bahwa, “Buku adalah promosi efektif dan elegan”.

Bersama Ketua Pengurus CUKK, Stefanus Masiun, Valentinus “baka tapang berimbai”. Keduanya bahu membahu mengawal sekaligus membawa CU Keling Kumang siap bersaing dan tumbuh berkembang di era yang tidak mudah ini.

Mampukah mereka?

Pertanyaannya bukan soal mampu atau tidak. Namun, Valen terbukti berhasil membawa bahtera CUKK mengarungi samudera yang penuh dengan badai terutama karena diterpa Pandemi Covid-19.

Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) CU Keling Kumang di Tapang Sambas 24-25 Februari 2023. Valentinus, S.Sos, M..M. membeberkan fakta yang berikut ini, “..perkembangan CU Keling Kumang hingga 31 Desember 2022. Asset : Rp 1,905 T (90,66%) dari target Rp. 2,101 T atau bertambah 118 Miliar pada tahun 2022. Anggota: 210.503 (90,71%) orang dari target 232.074 orang atau bertambah 6.421 orang selama tahun 2022. PB dari 66,72% menjadi 74,12%, naik 7,40% atau tercapai 107,96% . KL dari 7,96% menjadi 8,25% naik 0,29%. Kalau melihat persentase aset dan anggota, PB dan KL jelas bahwa pertumbuhan CU Keling Kumang tahun 2022 masih bisa dikatakan bagus, tetapi tetap yang menjadi masalah adalah KL belum bisa di bawah 5%.”


Nah! mau bilang apa lagi? (Rangkaya Bada)

LihatTutupKomentar
Cancel