Sudarno Kerja Sama dengan ITKK Mengurai Akar Masalah Rendahnya IPM Sekadau

Sudarno, IPM, Sekadau, SDM, ITKK

 

SEKADAU NEWs : Kota Sekadau siang itu dibekap matahari khatulistiwa. Di luar panas. Namun tidak menyurutkan penduduk untuk bekerja. Tetap saja sesiang itu orang lalu lalang. Membuat seputar simpang pertigaan, yang dulu dikenal sebagai kediaman Prefek Lukas, ramai. Banyak kendaraan parkir depan mart yang menyatu dengan kafe itu.

Lupung Coffee di Sekadau siang itu ramai pengunjung. Hampir tiap meja ada orang. Pada satu meja paling strategis yang posisinya bisa menghadap ke segala arah.

Baca Lupung Coffee Tempat Ngopi Terbaik Di Sekadau

Tampak seorang pria bertubuh gempal. Tegap. Dengan kulit sawo matang. Ia dikerubungi banyak orang. 

Agaknya orang itu penting. Siapa dia? Canda tawa tak ada hentinya. Silih berganti. Ha ha hi hi pasti di public sphere zaman now itu bukan basa basi. Tulus. 

Fokus orang tetap ke pria berkacamata asal Perongkan itu. Tak salah lagi. Martinus Sudarno, orang yang tengah menikmati kopi bersama kawan-kawan dekat, sahabat. Dan rupanya sebagian adalah konstituennya.

Ia meski telah tinggal nyaman hidup di kota, tetap punya akar di Sekadau. Sebab Sudarno yang awalnya berprofesi sebagai guru di Pontianak itu fokus pada pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Manusia adalah sumber daya (SDM) terpenting di antara sumber daya lainnya, seperti sumber daya alam dan sumber daya modal. Pada dasarnya, sumber daya manusia berupa manusia yang dipekerjakan sebagai perencana dan pelaksana sebagai penggerak untuk mencapai tujuan pembangunan. Maka sangat pentinglah SDM dimaksud untuk diutamakan dan diperhatikan pengelolaannya dengan baik, baik untuk ketersediannya maupun kompetensinya/kemampuannya," katanya.

Sesekali ada orang mendekatinya. Sudarno meraih kocek. Memberi apa yang bisa diberinya. Lalu datang serombongan orang. Mungkin para staf serta handai tolan yang membantu menyukseskan kariernya ke atas. Mereka itu tak pernah ia lupa. Bisa jadi, seluruh bill kafe ini nanti dia yang tanggung. Mungkin juga ini baginya ongkos politik yang harus dibayarkan.

Sebagai guru yang masuk kelas langsung berinteraksi dengan manusia. Sudarno mafhum betul. Bahwa dalam kehidupan sehari-hari dan dalam persaingan internasional, SDM menduduki peran utama. Oleh sebab itu, pembangunan SDM menjadi kunci utama keberhasilan di berbagai sektor kehidupan umat manusia.

Sayangnya, tidak setiap suku bangsa atau suatu Pemerintahan dapat membangun SDM yang berkualitas. Berbagai hambatan di dalam pembangunan SDM seperti: terbatasnya sumber keuangan, minimnya mentor (pelatih dan narasumber) dari dalam, terbatasnya sarana dan prasarana, serta berbagai kendala lain di dalam upaya membangun SDM berkualitas yang dapat menjawab tuntutan zaman sekaligus tuntutan hidup di dunia yang penuh dengan persaingan.

Siswa SMK Keling Kumang Sekadau dalam sebuah penampilan marching band yang memukau di Taman Kelempiau pada pembukaan Keling Kumang Festival 24 Maret 2023. Jika siswa melanjutkan kuliah di ITKK, dan lulus, otomatis mendongkrak IPM Sekadau.

"Mencermati fakta tersebut, kita sungguh merasa prihatin. Tentu saja tidak cukup merasa prihatin, melainkan lebih dari itu yakni terpanggil untuk membangun serta mengangkat Kabupaten Sekadau ke level mutu SDM yang berkualitas setidak-tidaknya menempati peringkat 5 atas di provinsi Kalimantan Barat," papar Sudarno.

Sementara Adilbertus Aco, Wakil Rektor I Institut Teknologi Keling Kumang yang membidangi Akademik menyatakan, "Berangkat dari rasa keprihatinan dan kepedulian akan fakta masih rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Sekadau maka kami mengajukan proposal ini sebagai ujud dan bukti bagian dari tanggung jawab Tridharma Perguruan Tinggi, yakni menjadi bagian dari pemecah-masalah (part of solution) masyarakat."

"Sebagai perguruan tinggi satu-satunya yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau, kami mengidentifikasi serta mengetahui dengan pasti masalah-masalah dan faktor-faktor yang menyebabkan IPM Sekadau masih belum mencapai hasil sebagaimana yang diharapkan. Berbekalkan penguasaan teori, pengetahuan mengenai ilmu di bidangnya (sosial dan pendidikan), serta penguasaan metodologi peneltiian; kami sebagai pengusul penelitian ini bermaksud untuk meneliti masalah-masalah dan faktor-faktor yang menyebabkan IPM Sekadau belum mencapai taraf sebagaimana yang diinginkan," imbuh aktivis ekonomi kerakyatan itu.

Baca Menjaga Dan Memelihara Hijau Sekadau

Kita tak pernah berhenti bekerja, selagi diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bernapas. Terkhusus untuk pendidikan. Sebab IPM bangsa kita masih belum ideal dibanding IPM negara lain. Pada aras dunia, Badan PBB untuk Pembangunan United Nations Development Programme (UNDP) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) negara-negara di dunia. Indeks Pembangunan Manusia (human capital index) Indonesia menduduki peringkat 114 dari 191 negara di dunia pada tahun 2022 (Gambar 1). Sedangkan di Indonesia, Kabupaten Sekadau berada pada peringkat ke-13 dari kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat.

Peringkat IPM di Dunia (Sumber: goodstats.id) Indonesia urutan ke-114 dari 191. Di tingkat kabupaten, Sekadau berada pada posisi nomor dua dari bawah. Fakta ini tentu menarik dikaji, mengapa demikian? Faktor apa saja yang menyebabkannya.

"Hipotesisnya kita tahu. Namun, sebagai ilmuwan, wajib dibuktikan di lapangan dengan fakta dan data," papar Masri yang pada 1980-an menamatkan SMA di bumi Lawang Kuwari.

Masri Sareb Putra, M.A. dengan pesaling yang dikenal di Sekadau sebagai Puyang Deraman dalam kapasitasnya sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Puslitdianmas) ITKK menyatakan, " Perguruan tinggi bukanlah menara gading. Sesuai dengan esensi keilmuan yang punya dimensi pragmatis, ITKK wajib menjadi baian dari solusi masalah masyarakat setempat. "

Dikemukakannya bahwa penelitian ini bertujuan ganda. 

Pertama, untuk mengurai dan menjawab mengapa (IPM) Kabupaten Sekadau masih belum ideal sebagaimana yang diinginkan. 

Kedua, menjadi dasar atau temuan awal (fact finding) bagi para pemangku kepentingan di Kabupaten Sekadau (terutama Pemerintah Kabupaten Sekadau) untuk membuat Kebijakan mengenai arah dan fokus pembangunan IPM Sekadau.

Tim peneliti akar masalah IPM Sekadau: Adilbertus Aco, Masri Sareb Putra, dan Stefanus Masiun. Didampingi Paulus Misi, pengurus Yayasan PKK.

Sudarno yang menginisiasi penelitian ini dari "dana aspirasinya" berjanji mengawal rencana penelitan ini agar disetujui Gubernur Kalimantan Barat.

"Sudah, sudah kita proses," katanya. "Proposal ini penting untuk menjadi prioritas.

Anggota Dewan dari Dapil Sanggau dan Sekadau itu menyatakan, bahwa "Upaya membangun dan meningkatkan sumber daya manusia, bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab Pemerintah. Akan tetapi juga menjadi tugas dan panggilan semua warga, terutama warga Indonesia. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat) dapat menjadi mitra Pemerintah yang dapat diandalkan di dalam upaya membangun sumber daya manusia," kata dewan yang merakyat itu.

Baca Institut Teknologi Keling Kumang Menyambut Kampus Baru Dan Akreditasi Terbitkan 50 Buku Ber-ISBN

"Saya sebagai wakil rakyat dari Sekadau sangat concern akan pendidikan," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Kalimantan Barat periode 2019-2024. (Rangkaya Bada)

LihatTutupKomentar
Cancel