Tomi Paulus : Pelita Damar Literasi yang Menyala di ITKK

Tomi Paulus, Pelita Damar, Literasi Institut Teknologi Keling Kumang, ITKK, Sekadau

Sehabis gelap terbitlah novel mahasiswa belia ini. 

Sebuah kisah inspiratif yang menggetarkan hati banyak orang. Di Institut Teknologi Keling Kumang, sebuah peristiwa menarik telah berlangsung, melibatkan seorang mahasiswa berbakat yang tidak hanya mengubah dunia sastra, tetapi juga membuktikan bahwa semangat pantang menyerah adalah kunci untuk meraih impian.

Tomi Paulus, seorang mahasiswa berada di semester 5 Prodi Kewirausahaan, mengubah namanya menjadi legenda di kalangan akademisi dan penulis muda. Menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMK Keling Kumang, dia melangkah maju dengan tekad yang kuat menuju institusi yang lebih tinggi. Namun, pencapaiannya tidak berhenti di situ. 

Buku novel monumental yang berjudul "Pelita Damar" berhasil lahir dari pemikirannya yang kreatif. Berisi hingga 300 halaman, karya ini adalah bukti nyata dedikasi dan upayanya yang tak kenal lelah dalam dunia literasi.

Tak hanya prestasinya yang mengesankan, tetapi latar belakang Tomi juga menambah dimensi lain pada kisah inspiratifnya. Sebagai anak yang berasal dari kampung Sungai Gontin, Menterap, Tomi memiliki hubungan yang kuat dengan alam dan kehidupan pedesaan. 

Tomi Paulus mengilhami kita semua tentang arti sejati dari ketekunan, semangat, dan keyakinan dalam meraih impian. Dari kampung halamannya di Sungai Gontin hingga ke puncak prestasi di dunia sastra, Tomi membuktikan bahwa dengan usaha dan dedikasi yang tak tergoyahkan, batasan-batasan hanya ada dalam pikiran kita sendiri.

Setiap hari, Tomi  berinteraksi dengan Taman Kelempiau, tempat kerjanya, yang tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga sumber tak terbatas inspirasi. Melalui kesehariannya yang penuh tantangan dan makna, Tomi mampu menghadirkan kedalaman emosi dalam tulisannya yang menggetarkan jiwa kaum milenial sebayanya.

Tidak hanya dalam lingkup universitasnya, prestasi Tomi menyebar ke berbagai ranah sastra dan penelitian. Masri Sareb Putra, salah seorang sastrawan Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di Institut Teknologi Keling Kumang, mengakui bahwa novel Pelita Damar bukan hanya sekadar karya literasi biasa. Bagi penulis 160 ber-ISBN asal Jangkang yang tamat SMA di Sekadau ini, Pelita Damar adalah langkah perdana yang mengilhami gerakan literasi yang berakar dalam Gerakan CU Keling Kumang, suatu fenomena budaya intelektual yang terus berkembang.

Seorang tokoh koperasi kredit Indonesia, Munaldus, yang juga dikenal sebagai Liu Ban Fo, menjadi bagian dari sosok yang menyambut gembira atas pencapaian novel perdana Tomi. 

Munaldus, yang merupakan salah satu pendiri CUKK (Credit Union Keling Kumang) dan juga seorang penulis nasional ternama, dengan tulus mengapresiasi usaha Tomi. 

"Saya merasa senang melihat seseorang seusia dia sudah mampu mengukir prestasi luar biasa dalam dunia menulis," ungkap Munaldus dengan bangga.

Pencapaian Tomi Paulus mengilhami kita semua tentang arti sejati dari ketekunan, semangat, dan keyakinan dalam meraih impian. Dari kampung halamannya di Sungai Gontin hingga ke puncak prestasi di dunia sastra, Tomi membuktikan bahwa dengan usaha dan dedikasi yang tak tergoyahkan, batasan-batasan hanya ada dalam pikiran kita sendiri. 

Kisah ini adalah bukti nyata bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, dapat kreatif. Sekaligus menjadi agen perubahan melalui kreativitas dan ketekunan. (R. Musa Narang)

LihatTutupKomentar
Cancel