101 Kisah Dayak yang Mengocok Perut

buku, humor, mati ketawa, Dayak

SEKADAU NEWs : Homo Ludens – manusia adalah makhluk yang suka humor. Dan tertawa itu tanda sehat, sekaligus pintar. Orang yang sampai pada tahap sanggup menertawai diri sendiri, terbilang bijak dan beradab. Sebab emosinya terkontrol.

Itu saripati kisahan 101 buku ini!

Gembira adalah obat yang mustajab. Tak mengherankan, orang yang hidupnya lepas bebas, tanpa beban pikiran; panjang umurnya. Sebab semua uneg-unegdan segala macam beban hidup, dilepasnya keluar.

Baca Denggol: Kisah Katekis Yang Meniti Karier Birokrat Di Tanah Kayong

Karena itu, manusia yang tertawa dan gembira, disebut juga sebagai homo ludens. Yakni makhluk yang suka bercanda, tertawa, dan menyenangi lelucon.

Tertawa adalah pembeda manusia dengan hewan lain. Silakan dicek dengan saksama. Adakah makhluk lain, selain manusia, yang dapat tertawa?

101 anekdot, atau tea bag story, kisah-pendek sekali baca sembari minum teh ini memungut dari khasanah manusia Dayak.  Mulai dari kisah pandir, abunawas, palui, hingga pada keluguan manusia penghuni bumi Borneo itu
dikisahkan secara lucu.

Orang yang sampai pada tahap sanggup menertawai diri sendiri, terbilang bijak dan beradab. Sebab emosinya terkontrol.

Tak ada maksud lain, hanya sebagai bahan –sekaligus mengajak pembaca—tertawa gembira; sembari sesekali mengambil hikmah di balik kisah lucu dan kadang konyol ini. Syukur-syukur bisa dikutip dan disarikan dalam berbagai kesempatan, baik sebagai ice breaking, maupun dalam pidato, khotbah, dan wejangan. Sebab puncak kebijaksanaan adalah menertawai diri sendiri.

Apa kata pakar dan pembaca
Kisah ini menguak semua tabir-tabir komunikasi nonverbal lintas etnis. Kisah yang secuil disajikan di sini lucu, dan mengandung internal critic.

– Dr. A. Namsi, Ph. D., pengamat sosial keagamaan.

Bacanya ketawa, dan ketawa…. Sudah bertahun-tahun melewati Jalan Oevaang Oeray, Sintang baru tau ada critanya yang begini. Dengan senang hati mengikuti tiap kisahnya, dari pertama. Penasaran apa selanjutnya?
Suka aja!
– Fera Hennda, pembaca setia.

Inilah klo ktemu sosok skill tulis menulis, satu peristiwa menjadi bahan cerita.
– Datok Laway Todungrusi, pembaca dan penikmat cerita.

Rasanya sesuatu bangett…Terima kasih sudah membuat saya tertawa pagi-pagi.
– Indah Purnama Yanti, pembaca setia.

LihatTutupKomentar
Cancel